Home » Posts tagged 'Program BKKBN'

Tag Archives: Program BKKBN

Usia Ideal Untuk Menikah Menurut BKKBN

Usia Ideal Menikah Menurut BKKBN

Fenomena negara indonesia saat ini adalah kebanyakan penduduk mengabaikan aturan usia menikah dan pentingnya pendidikan. Saat ini banyak anak yang menikah setelah lulus sekolah SMA/SMK , bahkan keluar dari sekolah kemudian menikah. Keadaan ini menjadi hal yang memprihatinkan, sehingga perlu untuk diberikan pengarahan yang tepat. Karena akan berdampak negatif untuk dirinya sendiri dan juga negara Indonesia yang semakin hari penduduknya semakin bertambah banyak. Sedangkan negara Indonesia sedang berusaha untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dengan menerapkan program keluarga berencana oleh BKKBN.

Dampak Negatif Pernikahan Di Bawah Usia Ideal

Menikah adalah suatu hal yang memang diwajibkan untuk dilaksanakan, terutama dalam perintah  agama. Akan tetapi dalam menikah kita harus sudah memiliki persiapan yang matang. Baik dari segi fisik maupun psikis, metal kita harus sudah siap dan pemikiran juga harus bisa lebih dewasa. Dimana kesiapan tersebut akan ada dan terbentuk ketika wanita berusia 20 sampai 25 tahun dan laki-laki diusia 25 sampai 30 tahun. Oleh sebab itu sebaiknya menikahlah diusia ideal tersebut, karena jika di bawah usia ideal akan memberikan dampak negatif, diantaranya sebagai berikut :

1. Pendidikan Menjadi Terhambat

Pernikahan di bawah usia ideal sering disebut pernikahan dini akan berdampak pada pendidikan yang menjadi terhambat. Contohnya adalah saat anak ingin melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi kemungkinan kecil untuk bisa tercapai, karena sudah memiliki tanggung jawab dan tugas lebih banyak setelah menjalani pernikahan. Hal tersebut membuat semangat belajar anak menjadi menurun dan pemikirannya pun sudah bercabang-cabang sehingga kurang fokus untuk menjalani pembelajaran dan pendidikan.

2. Timbul Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Anak usisa dini belum memiliki pemikiran yang lebih dewasa dan matang, sehingga masih memiliki sifat egois dan mudah marah yang tinggi. Sedangkan dalam berkeluarga pasti akan ada suatu masalah-masalah yang harus diselesaikan dengan pemikiran yang dewasa. Karena jika tidak maka masalah tersebut akan menjadi besar bahkan bisa berujung pertengakaran yang menimbulkan kekerasan dalam rumah tangga. Oleh sebab itu sebaikya jangan menikah di usia dini agar mampu berfikir dewasa dan tidak tibul kekerasan dalam rumah tangga.

3. Banyak Anak Yang Menjadi Terlantar

Pasangan yang menikah di usia dini biasanya cenderung akan melahirkan banyak anak, karena tidak menjalankan program keluraga berencana. Sehingga membuat banyak anak yang tidak tercukupi kebutuhannya dan membuat banyak anak menjadi ditelantarkan oleh orang tuanya bahkan sampai diberikan kepada orang lain. Hal ini juga akan mengakibatkan jumlah penduduk negara Indonesia semakin meningkat dan program keluarga berencana yang di selenggarakan oleh BKKBN menjadi tidak terlaksana.

4. Timbulnya Banyak Pekerja Anak-Anak

Saat anak menikah di usia muda atau saat masih sekolah membuat mereka menjadi berhenti sekolah dan sudah harus menjalankan tugas dalam rumah tangganya. Sehingga akan menambah banyak pengangguran akibat kurang memiliki kemampuan yang memadai sehingga hanya bisa bekerja pada bidang yang kurang memadai dan tanpa kontrak yang membuat kondisi psikis remaja terganggu. Hal ini terjadi terutama pada laki-laki yang menjadi tulang punggung keluarganya. Sehingga angka pengangguran di negara Indonesia menjadi meningkat.

5. Timbulnya Penyakit Berbahaya

Seorang anak terutama wanita yang menikah di usia dini akan memiliki resiko lebih besar untuk terserang penyakit berbahaya. Adapun penyakitnya adalah HIV daan juga Kanker Leher Rahim. Hal tersebut terjadi karena kondisi fisik tubuh anak belum matang dan masa pubertasnya belum sempurna. Dimana kondisi vagina dan juga sel sel rahimnya belum matang benar-benar sehingga tidak kuat dan mudah terluka kemudian menimbulkan kedua penyakit tersebut.

 

Usia Ideal Yang Baik Untuk Menikah

Usia Ideal Untuk Menikah Menurut BKKBN

Saat ini BKKBN telah memberikan rekomendasi usia pernikahan ideal adalah 20 hingga 21 untuk perempuan dan 21 hingga 25 tahun untuk laki-laki. Reomendasi dari BKKBN tersebut bertujuan agar pasangan yang akan menikah sudah memiliki kesiapan yang matang dan agar terciptanya keluarga yang berkualitas. Karena melihat dampak yang ditimbulkan dari penikahan di bawah usia ideal atau dini membuat pemerintahan harus melakukan tindakan pencegahan. Dampak yang paling di khawatirkan adalah semakin bertambah banyaknya jumlah penuduk di wilayah Indonesia yang akan menimbulkan berbagai macam dampak buruk juga. Adapun pencegahannya adalah dengan menerapkan program keluarga berencana yang di selenggarakan oleh BKKBN.

Program Keluarga Berencana tersebut akan mudah di laksanakan jika suatu pasangan menikah pada usia ideal. Karena pemikirannya yang sudah dewasa sehingga bisa merencanakan dan mendiskusikan dengan baik pada pasangannya tentang urusan rumah tangganya dalam menjalankan program keluarga beencana. Terutama adalah tentang rencana untuk memiliki anak, mereka akan lebih bisa memperhitungkan dengan kondisi keluarganya. Sehingga nantinya kebutuhan anak akan terpenuhi dan akan tercapai kesejahteraan dalam keluarga. Hal tersebut juga akan mengurangi jumlah angka kelahiran anak dan terkendalinya laju pertumbuhan penduduk di wilayah Indonesia.

Saat ini pemerintahan sedang melakukan penyuluhan tentang Program Keluarga Berencana tersebut ke seluruh wilayah Indonesia terutama wilayah-wilayah terpencil.

Baca Juga : Hal Penting Wajib Diketahui Tentang Keluarga Berencana

Kesimpulan :

Kesimpulannya adalah jika ingin menikah, maka menikahlah di usia yang ideal sesuai rekomendasi dari pemerintahan yaitu BKKBN. Terapkan juga Program Keluarga Berencana agar terciptanya kesejahteraan dan keharmosian dalam keluarga. Ketahuilah hal-hal penting dari Program Keluarga Berencana agar dapat menjalankanny dengan baik dan benar. Dengan begitu anda secara otomatis berperan aktif dan membantu pemerintahan untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Selain itu juga akan mengurangi jumlah pengangguran yang ada di  negara Indonesia.

Hal Penting Wajib Diketahui Tentang Keluarga Berencana

Hal Penting Wajib Diketahui Tentang Keluarga Berencana

Keluarga berencana atau disingkat KB merupakan suatu program yang diterapkan oleh pemerintah guna membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera. Caranya dengan menggunakan alat kontrasepsi yang berstandar nasional dan aman untuk mencegah kelahiran anak. Akan tetapi masih banyak masyarakat yang belum mengerti pentingnya KB dan cara menerapkannya dengan baik.

Untuk merapkan program KB yang baik dan benar, sebaiknya anda mengetahui lebih banyak dulu hal-hal penting tentang KB. Adapun hal penting tersebut mulai dari pengertian, tujuan, manfaat, hingga alasan dan hal lainnya. Berikut ini penjelasan mengenaik hal penting dalam KB.

 

Pengertian Keluarga Berencana (KB)

Keluarga berencana (KB) merupakan program yang diterapkan pemerintah guna menyeimbangkan jumlah kebutuhan dengan jumlah penduduk dengan cara mengurangi jumlah angka kelahiran anak. Program ini diselenggarakan oleh suatu badan pemerintahan yang bernama BKKBN. BKKBN adalah Lembaga Pemerintahan Nonkementrian yang berada di bawah tanggung jawab presiden melalui Mentri Kesehatan.

 

Tujuan Penerapan Keluarga Berencana (KB)

Tujuan KB sendiri dibagi menjadi dua yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Adapun penjelasannya sebagai berikut :

A. Umum

Tujuan umum KB adalah mensejahterakan masyarakat dengan cara mengendalikan angka kelahiran anak. Kemudian agar terwujudnya NKKBS (Normal Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) dan terkendalinya pertambahan penduduk dengan baik.

B. Khusus

Program KB ini memiliki tujuan khusus yaitu :

  1. Meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi.
  2. Membatasi kelahiran untuk meningkatkan kesehatan keluarga.
  3. Mengatur kehamilan yang diinginkan.
  4. Menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan anak.
  5. Menjaga Kesehatan ibu dan anak.
  6. Mendorong partisiasi pria dalam keluarga berencana.
  7. Mempromosikan menyusui bayi secara eklusif untuk memberikan jarak kehamilan.

 

Baca Juga : Hal Penting Yang Harus Diketahui Ibu Menyusui

 

Manfaat Menerapkan Program KB

Program KB memiliki manfaat baik tidak hanya untuk seorang ibu tapi juga untuk anak, ayah dan seluruh keluarga. Berikut penjelasan manfaat KB :

A. Ibu

  1. Memperbaiki kesehatan ibu agar tidak mengalami kehamilan terlalu sering dalam jangka waktu yang pendek.
  2. Memiliki waktu banyak untuk mengasuh anak.
  3. Memperkecil resiko terkena kanker rahim dan serviks.
  4. Menghindari kehamilan yang tidak diharapkan.
  5. Mencegah penyakit menular.

B.  Anak

  1. Anak akan lahir dengan sehat.
  2. Setelah lahir anak akan mendapatkan perhatian penuh dan segala kebutuhan hidupnya terepnuhi.
  3. Tumbuh kembang anak menjadi optimal.
  4. Meningkatkan perkembangan mental dan sifat sosial anak.
  5. Mendapatkan pengajaran dari orang tua lebih banyak.
  6. Perencanaan pendidikan anak menjadi lebih baik.

C.  Ayah

  1. Kesehatan dan kesejahteraan tubuh fisik menjadi meningkat.
  2. Kondisi mental dan sikap sosial menjadi lebih baik dengan banyak menghabiskan waktu luangnya untuk keluarga.
  3. Jumlah tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga menjadi berkurang.

D. Seluruh Keluarga

  1. Mebuat kesehatan fisik, mental dan sifat sosial meningkat setiap anggota keluarga.
  2. Setiap anggota keluarga memiliki kesempatan lebih banyak untuk memproleh pendidikan yang baik.

 

Alasan Diterapkannya Program KB

 

Kondisi negara Indonesia yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi menimbulkan banyak masalah pada kesejahteraan masyarakat. Masalah nya mulai dari pengangguran, kejahatan, hingga kriminalitas. Hal ini disebabkan karena ketidakseimbangan antara jumlah kebutuhan penduduk dengan jumlah penduduk. Untuk mengatasi masalah tersebut pemerintahan harus mengendalikan laju pertumbahan penduduk. Cara yang dilakukan pemerintahan adalah dengan menerapkan program keluarga berencana.

 

Jenis Alat Untuk KB

Alat Untuk Program KB

Adapun jenis alat untuk menerapkan program KB adalah sebagai berikut :

1. Pil Keluarga Berencana (KB)

Pil KB adalah obat yang dapat mencegah kehamilan. Obat ini dipercaya dapat mencegah kehamilan hingga 99%. Mengkonsumsi Pil KB merupakan cara KB yang hanya efektif untuk sementara waktu. Yang perlu anda ketahui dan ingat adalah bahwa pil KB ini tidak boleh dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui. Anda harus hentikan konsumsi pil KB 6 bulan sebelum menyusui.

2. Suntik KB

Suntik Kb merupakan salah satu cara mencegah kehamilan dengan menyuntikan suatu hormonon. Cara ini dilakukan rutin selama sebulan atau dua bulan sekali. Suntik Kb merupakan cara yang praktis, efektif, dan aman untuk dilakukan. Selain itu memiliki tingkat keberhasilan mencegah kehamilan sebesar 99%.

3. KB Implan (KB Susuk)

KB implant (KB susuk) merupakan cara KB dengan menyusupkan sebuah implant kecil di bawah kulit bagian dalam lengan atas. Alat ini berbentuk  tabung kecil mirip seperti sebatang korek api. Di dalam implan tersebut mengandung hormon progestin yang dapat mencegah kehamilan selama 3 atau 5 tahun, tergantung jenisnya.

4. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)

AKDR atau yang sering disebut IUD (Intra Uterine Device) merupakan cara KB terbaik untuk diterapkan pada wanita. Alat KB ini terbuat dari plastik atau logam yang dimasukan ke dalam uterus melalui kenalis sevikalis. Berfungsi untuk mencegah terjadinya pembuahan. Caranya dengan mengubah transportasi tuba dalam rahum sehingga mempengaruhi sperma dan sel telur.

Cara ini sangat baik dan efektif untuk diterapkan, karena tidak memiliki efek samping pada tubuh. Ibu menyusui juga dapat menggunakan alat ini, karena tidak mempengaruhi kelancara ASI ataupun kada ASI. Jika ingin menggunakan cara ini, anda wajib melakukan pemeriksaan terlebih dulu ke dokter agar mengetahui jenis AKDR yang cocok untuk anda.

 

Efek Samping Dari Beberapa Cara KB

Efek Samping Dari KB

Ada beberapa cara KB yang memiliki efek samping pada tubuh yaitu mengkonsumsi pil KB, melakukan suntik KB, dan menggunakan Kb implant atau Kb susuk. Adapun efek sampingnya adalah sebagi berikut :

1. Sakit Kepala dan Rasa Tidak Enak Pada Bagian Dada

Sakit kepala dan nyeri pada dada biasa muncul pada saat anda masih awal dan tubuh anda belum terbiasa menerimanya. Oleh sebab itu jika hal ini berlangsung secara berkelanjutan, maka segeralah untuk menggantik merk pil KB lain atau mengganti cara KBnya.

2. Mual

Tubuh yang belum terbiasa menerima pil KB biasanya akan merasa mual sewaktu mengkonsumsinya. Untuk mencegah hal ini, anda bisa mengkonsumsinya bersamaan dengan makanan.

3. Berat Badan Meningkat

Ada beberapa wanita yang mengalami penambahan berat badan setelah mengkonsumsi pil KB. Akan tetaapi hal ini tidak dialami oleh semua wanita. Umunya berat badan akan kembali normal setelah berhenti menggunakan cara Kb  tersebut.

4. Pendarahan Di Luar Masa Datang Bulan

Cara KB dengan mengkonsumsi pil Kb bisa menimbulkan pendarahan yang terjadi tanpa diduga di luar masa haid. Untuk mencegah hal ini terjadi, anda sebaiknya mengkonsumsi pil KB pada waktu yang sama setiap harinya. Jika mengalami suatu maslah yang membuat taku dan tidak nyaman sebaiknya langsung konsultasi ke dokter.

5. Suasana Hati Tidak Nyaman

Cara Kb yang hormonal dapat menganggu hormon pada tubuh yang membuat suasana hati sering berubah secara tiba-tiba. Hal ini sering terjadi saat anda mengalami datang bulan. Jika merasa tidak nyaman dengan hal ini, sebaiknya anda mengganti cara KB anda dengan cara lain.

 

Berikut itu adalah hal penting yang sebaiknya diketahui oleh semua keluarga yang ingin menerapkan program keluarga berencana. Lakukan lah dengan baik dan benar agar segala tujuan program tersebut terwujud dengan baik dan anda mendapatkan manfaat yang baik juga. Yang paling penting sebelum menerapkan program ini adalah melakukan diskusi dan rencana yang baik dengan keluarga terutama pasangan.