Home » keluarga » Dampak Positif Program Keluarga Berencana Pada Pendidikan

Dampak Positif Program Keluarga Berencana Pada Pendidikan

Dampak Positif KB Pada Bidang Pendidikan

Keluarga Berencana merupakan salah satu program yang dikelola oleh BKKBN ( Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional). Program ini sedang dicanangkan oleh Pemerintahan Indonesia guna mengendalikan laju pertambahan penduduk di wilayah Indonesia. Pemerintahan mengharapkan setiap keluarga bisa menerapkan Keluarga Berencana.

Program Keluarga Berencana (KB) sendiri merupakan cara pemerintahan untuk mengendalikan pertambahan penduduk di wilayah Indonesia dengan cara membatasi kelahiran anak. Dalam program ini, dianjurkan untuk hanya memiliki dua anak dalam setiap pasangan. Jika program ini dapat dijalankan dengan baik, maka jumlah penduduk Indonesia akan mudah untuk dikendalikan. Hal ini akan berdampak baik bagi masyarakat dan juga negara Indonesia, salah satunya di bidang pendidikan.

Berikut Beberapa Dampak Positif Program Keluarga Berencana (KB)

Program Keluarga Berencana yang bisa diterapkan dengan baik dalam sebuah keluarga akan memberikan dampak positif pada bidang pendidikan. Berikut ini beberapa penjelasannya :

1. Kesempatan Anak Untuk Menyenyam Pendidikan Di Sekolah Lebih Besar

Saat sebuah keluarga hanya memiliki dua orang anak, maka tanggungan biaya untuk menyekolahkan anak tidaklah begitu banyak dan membebankan, terutama untuk keluarga yang kelas menengah ke bawah. Sehingga setiap anak akan memiliki kesempatan lebih besar untuk mengenyam pendidikan di sekolah dengan baik. Karena jika memiliki anak yang banyak, maka tanggungan biaya untuk menyekolahkan anaknya akan lebih banyak. Hal ini sering kali membuat anak menjadi tidak bisa mengenyam dunia pendidikan dengan baik, karena terhalang biaya.

2. Anak Memiliki Kesempatan Untuk Bisa Mengenyam Pendidikan Lebih Tinggi

Hal ini berkaitan juga dengan biaya untuk menyekolahkan anak. Dengan beban biaya tanggungan yang tidak begitu banyak, membuat orang tua bisa menyekolahkan anak ke tingkat yang lebih tinggi, minimal sampai SMA/SMK Sederajat hingga Kuliah.  Jadi akan mengurangi jumlah anak yang putus sekolah akibat tidak adanya biaya.

3. Mengurangi Angka Anak Putus Sekolah

Kebanyakan anak yang mengalami putus sekolah, salah satu penyebabnya adalah kekurangan biaya yang tidak mencukupi untuk sekolah. Sehingga, anak tidak bisa mengenyam pendidikan lebih tinggi. Hal ini dilihat dari sisi keluarga menengah ke bawah yang memiliki anak banyak. Hal ini berdasarkan pengamatan kami pada masyarakat di beberapa wilayah Indonesia. Dengan hanya memiliki dua anak, maka tanggugan sekolah tidak akan terlalu berat jadi kemungkinan anak putus sekolah akan lebih rendah.

4. Meningkatkan Kualitas Kemampuan dan Keterampilan Anak

Dengan jumlah anak yang tidak terlalu banyak, maka orang tua akan lebih bisa memberikan perhatian lebih pada anak salah satunya pada kebutuhan pendidikan anak. Orang tua akan lebih bisa membimbing dan mengawasi anak untuk belajar lebih giat dan menjadi anak yang pintar serta berketerampilan khusus. Selain itu dengan bisa mengenyam pendidikan lebih tinggi, maka anak akan memperoleh pengajaran lebih luas. Sehingga setelah lulus dia bisa menjadi lulusan yang berkualitas dengan kemampuan dan keterampilan berkualitas yang dia miliki.

Itulah beberapa dampak positif dari penerapan program keluarga berencana yang baik bagi anak pada bidang pendidikan. Dengan begitu akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di negara Indonesia. Bahkan anak-anak akan bisa menciptakan sebuah lapangan pekerjaan, yang mebuat pengangguran juga akan berkurang. Selain itu juga akan mengurangi angka pengangguran anak setelah lulus SMA/SMK Sederajat.

Sehingga penting sekali untuk sebuah keluarga bisa menjalankan program keluarga berencana. Karena banyak sekali dampak positif yang bisa dihasilkan selain di bidang pendidikan, seperti kesehatan anak yang akan selalu tejaga dengan baik.